Sejarah Gampong Detail

Sejarah Asal Usul Gampong dan Sejarah Pemerintahan Gampong Mon Jambee


Asal Usul Gampong

Nama Gampong Mon Jambee terdiri dari atas 2 suku kata yaitu Mon dan Jame, Mon artinya  Sumur sedangkan Jame artinya tamu, menurut tokoh – tokoh masyarakat terdahulu nama Gampong Mon Jame.

Terdapat satu Balai dekat kuburan, sehingga tamu – tamu yang hendak pergi merantau singgah sebentar di Balai tersebut dan merasa lelah sehingga istihat dan melaksanakan sembahyang. Gampong Mon Jame berdiri sekitar tahun 1905 kemudian sekitar tahun 1941 Gampong Mon Jame berubah nama menjadi Mon Jambee yang terdiri dua suku kata Mon artinya sumur dan Jamee artinya Pohon Jambu. Gampong Mon Jambee dulu berdiri dari beberapa dusun dan wilayahnya yang luas, dan pada tahun 2007 Gampong Mon Jambee melakukan pemekaran sehingga Dusun Laksmana menjadi Gampong Laksmana, maka Gampong Mon Jambee saat ini terdiri dari tiga Dusun, yaitu dusun tgk di Awe, dusun Bayu dan Dusun Baroe.

  Sejarah  Pemerintahan Gampong

Dari hasil penelusuran yang dilakukan oleh tim Perencanaan Gampong, dengan mengacu kepada Narasumber yang masih ada di Gampong, maka sejarah ke Pemerintahan Gampong Mon Jambee yang dapat ditelusuri mulai dari tahun :

1. Periode 1930 – 1942

Roda pemerintahan pada tahun 1930 – 1942 dipegang oleh Tgk. Peutua Umar, beliau ditunjuk oleh masyarakat, karena pada masa itu Gampong Mon Jame hanya dihuni oleh beberapa KK, maka sistem pemerintahan yang dilaksanakan tanpa pandang bulu, dia mampu mengayomi semua unsur lapisan masyarakat sehingga kondisi Pemerintahan Gampong berjalan dengan normal, pada saat itu beliau juga sangat baik dalam menjalin hubungan dengan masyarakat dan dalam menghadapi persoalan yang ada di Gampong, beliau sanggup menyelesaikan secara bijaksana, adil dan tegas sehingga masyarakat sangat segan kepada beliau, karena kepemimpinan yang dapat mempersatukan dua unsur dalam kehidupan bermasyarakat di Gampong Mon Jame.

2. Periode 1945 – 1952

Periode 1960 – 1990 pucuk pimpinan pemerintah Mon Jambee diambil alih oleh Geuchiek Jamaluddin yang menggantikan jabatan Tgk. Peutua Umar, dalam memimpin roda pemerintahan, beliau banyak membangun dan melahirkan program – program baru  baik untuk Gampong maupun Kecamatan.

3. Periode 1952 – 1958

Pada periode ini yang menjadi Geuchiek Gampong Mon Jambee adalah Bapak Hasballah, dalam memimpin roda pemerintahan, beliau juga banyak membangun dan melahirkan program – program dalam meningkatkan pembangunan Gampong.

4.  Periode 1958 – 1963

Pada periode ini Pemerintahan Gampong Mon Jambee dinakhodai oleh Pak Mahmud Umar, beliau dipilih langsung oleh masyarakat melalui proses pemilihan untuk pemimpin Pemerintahan Gampong Mon Jambee.

5.  Periode 1963 – 1972

Pada periode ini Pemerintahan Gampong di kepalai oleh M. Thaib Hasballah, beliau juga dipilih oleh masyarakat melalui proses pemilihan untuk pemimpin Pemerintahan Gampong Mon Jambee.

6. Periode 1972 – 1983

Pada periode ini Pemerintahan Gampong di kepalai oleh Bapak Muhmud Umar, beliau sangat aktif dalam memajukan Gampong, banyak lobi yang beliau lakukan kepada pihak luar untuk membangun Gampong, sehingga banyak dana – dana bantuan yang masuk ke Gampong, keaktifan dari aparatur Gampong baik Sekdes, Kaur dan Kadus sangat nyata terlihat dalam berbagai aktifitas yang dijalankan di Gampong, selain itu juga membuka lapangan melalui hasil budidaya tanaman semangka dan hiltikultura sehingga sedikit banyaknya dapat membantu pertumbuhan ekonomi Gampong selama 4 tahun berjalannya pemerintahan kepemerintahan.